Palu Bangkit Bersama Varash

Palu Bangkit Bersama Varash 

Pada Oktober 2018 lalu, Kota Palu, Sulawesi tengah terkena musibah yang tidak bisa diduga, yang awalnya adalah gempa, lalu ketika malam tiba, air pantai surut dan tak lama kemudian tsunami dengan ketinggian 11 meter pun melanda kota palu saat itu. Tsunami yang menghantam Kota Palu mengakibatkan banyak rumah hancur, ribuan orang hilang dan meninggal dunia. 

Situasi Kota Palu Setelah Tsunami 
Palu Bangkit Bersama varash
Situasi Kota Palu Setelah Tsunami Menghantam pada Oktober 2018

Banyak bangunan yang berubah menjadi puing – puing karena hantaman tsunami, bangunan masjid & pura juga hancur. Yang tersisa adalah kesedihan, kehilangan, putus asa yang dirasakan oleh korban yang selamat dari bencana ini. 

Di tempat pengungsian pun hanya beralaskan karpet, karton dan barang-barang seadanya, keluarga yang memiliki bayi juga harus tinggal di bawah tenda, melawan panasnya matahari dan dinginnya udara malam. Tempat pengungsian mereka bisa dibilang jauh dari kata nyaman.

Para korban yang selamat harus bertahan hidup di pengungsian dengan stok makanan dan minuman yang terbatas serta tempat mandi yang bisa dibilang darurat. Mereka sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup di masa sulit yang mereka alami pada saat itu. 

Mendengar kota Palu terkena musibah, Varash tidak bisa tinggal diam begitu saja melihat saudara di kota Palu terkena musibah, team Varash pun bergegas menyiapkan bantuan untuk dibawa langsung ke tempat pengungsian korban.

Varash membuka rekening donasi untuk korban tsunami Palu untuk para reseller yang tergerak membantu. Donasi tersebut diubah menjadi bentuk sembako, minyak Varash dan uang tunai yang akan disalurkan langsung kepada para korban tsunami Palu oleh team Varash. Beberapa reseller, karyawan serta owner sekaligus pendiri Varash Bapak Putu Eka Suryawan dan Ibu Putri Umbarawati juga tergerak untuk ikut berangkat ke kota Palu membantu para korban bencana yang ada di pengungsian.

Varash Tiba di Kota Palu 
Palu
Foto Owner Varash Bapak Putu Eka Suryawan melihat situasi sesudah bencana.

Setibanya team Varash di kota Palu, team langsung bergegas menuju tempat pengungsian korban bencana. Team Varash disambut oleh beberapa relawan bencana tsunami Palu dan ditujukan ke tenda pengungsian korban, sesampai di tenda, team Varash beserta owner langsung menghampiri para korban yang ada disekitarnya, keadaan mereka membuat hati siapapun tersentuh dan ikut sedih jika melihatnya, team Varash pun dengan sigap membagikan sembako dan keperluan untuk mereka mandi dan tidur di pengungsian.

Sesudah melihat keadaan di tenda pengungsian, tim Varash berkeliling melihat situasi yang terjadi sesudah bencana, meskipun hati sedih melihat keadaan akibat bencana yang terjadi, namun banyak hikmah yang bisa dipetik dari bencana ini, banyak orang tergerak untuk berbuat baik, menolong sesama manusia.

Selama di kota Palu team Varash menghibur, memberi motivasi kepada korban tsunami agar mereka semangat kembali. Karena untuk mereka yang kehilangan orang tua, saudara, anak-anak trauma dan sedih itu pasti menghantui mereka, rasa bersalah atau bahkan menyalahkan sang Pencipta karena bencana yang terjadi pasti silih berganti di benak mereka, team Varash berusaha memberikan pandangan positif, mengobati luka bahkan sampai ke luka hati dengan sentuhan penuh cinta dari minyak Varash. 

Baca Juga: Kecerdasan Mengenai Keuangan yang Wajib Dikuasai

Memberi Solusi Kepada Pengurus Koperasi di Palu 

Tidak hanya menyebabkan banyak korban jiwa, Tsunami yang terjadi di kota Palu juga memberikan dampak yang sangat berpengaruh kepada ekonomi.

Salah satunya terutama koperasi. Banyak kredit macet karena sebagian kota tersebut hancur, hampir seluruh usaha warganya hilang, terjadi penarikan dana. tabungan besar-besaran pada bank maupun koperasi. Jika salah manajemen sedikit saja, koperasi tersebut bisa saja bangkrut. 

Palu
Diskusi bersama pengurus koperasi untuk memberi solusi

Sebagai Owner Varash, Bapak Putu tergerak untuk memberikan solusi atas masalah yang terjadi karena pengaruh bencana yang terjadi di Palu. 

Bapak Putu bercerita tentang ekonomi, berpikir secara kreatif dan memberikan beberapa solusi yang bisa diterapkan langsung dilapangan. Hal yang membahagiakan

ketika Sang Peracik minyak Varash bisa turut serta memberikan solusi kepada mereka, diskusi pun selesai. Yang awalnya mereka, para pengurus

koperasi, datang dengan wajah yang putus asa bisa pulang dengan wajah yang ceria dan penuh harapan. Yang awalnya gempa dianggap sebagai bencana bagi koperasi, sekarang bisa menjadi peluang baru bagi mereka. 

Dengan ketulusan dan penuh pelayanan, bagi Bapak Putu kebahagiaan mereka adalah kepuasannya juga. Bapak Putu sangat senang ketika melihat korban yang tadinya ketakutan sekarang bisa tersenyum kembali. Harapan Bapak Putu semoga kota Palu bangkit bersama varash kembali dan masyarakatnya bisa tersenyum kembali. 

Baca Juga: Varash Berbagi: Bersatu Melawan Covid