Pada Masa Krisis, Kenapa Varash Masih Bisa Bertahan?

Pada Masa Krisis, Kenapa Varash Masih Bisa Bertahan?

Sampai saat ini pandemi covid 19 ternyata masih terus menghantui sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, banyak sektor sudah terdampak oleh pandemi ini, salah satunya adalah sektor usaha UMKM. Sebenarnya bukan hanya UMKM saja yang merasakan, tetapi industri-industri besar pun merasakannya. 

Lalu bagaimana tips bagi para  pelaku UMKM dan industri-industri besar menghadapi tantangan di tengah pandemic covid 19 saat ini?

Sama seperti industri lainnya yang berjuang mempertahankan bisnisnya. Kemudian pada masa krisis, Kenapa Varash Masih Bisa Bertahan? Founder dari Varash Group tentunya terus berjuang untuk mempertahankan kapal varash agar tidak karam. Berbagai strategi pun dilakukan baik untuk internal perusahaan maupun sistem marketing. Dua hal yang sudah dilakukan Varash pada masa krisis ini:

MENERIMA

Yang pertama tentunya kita harus menerima bahwa krisis yang menimpa Varash ini bukan hanya dirasakan oleh sektor industri obat-obatan herbal saja saja, melainkan seluruh sektor industri dan seluruh lapisan masyarakat.

Varash tentunya terus mencari peluang apa yang bisa dicapai dalam masa krisis ini. Jangan sampai terpuruk apalagi menyalahkan keadaan. Semakin cepat kita menerima keadaan ini, semakin cepat kita bisa berjuang untuk tahap selanjutnya.

BERADAPTASI

Tahap selanjutnya yang Varash lakukan tentunya harus bisa beradaptasi. Krisis ini membuat perubahan yang begitu besar bagi internal perusahaan. maupun dari sisi sistem marketing itu sendiri. 

Di internal Perusahaan, Varash beradaptasi untuk menyesuaikan diri terhadap covid-19 dengan Work From Home, segala jenis kegiatan perusahaan dialihkan secara online, yang biasanya melakukan seminar kesehatan di daerah-daerah di Indonesia diubah menjadi “Webinar Sehat Alami Bersama Varash” yang rutin dilaksanakan oleh perusahaan, pelatihan/pemberian motivasi untuk internal yang biasa dilakukan secara grup, dilakukan secara online, tujuannya tidak lain dan tidak bukan ya untuk meningkatkan/mempertahankan motivasi kerja dan mental SDM Varash. Karena Sumber Daya Manusia merupakan aset paling berharga yang dimiliki perusahaan.

Kemudian dari sisi marketing, dulu Varash rutin mengadakan acara Special Training Varash, setahun tiga kali, saat pandemi ini Varash beradaptasi merubah sistem tatap muka dengan program pelatihan atau bimbingan secara digital/online yang dilakukan oleh Founder Varash sendiri agar bisnis tetap berjalan walaupun tetap ada pandemi ini.

Dapat Disimpulkan Bahwa?

Jadi mau gak mau, suka gak suka, gampang atau susah, intinya harus mau beradaptasi. Untuk jadi pemenang, kita harus berusaha untuk beradaptasi dalam keadaan apapun. Kita tentunya juga dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif dalam segala hal, yang mau belajar hal baru meski itu diluar dari jobdesk kita.

Nah jadi krisis ini merupakan sebuah tantangan bagi seorang entrepreneur Bapak Putu Eka Suryawan dan internal Varash. Ketika kita tidak bisa mengubah situasi, disinilah kita ditantang untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih kreatif. Mengubah sudut pandang musibah menjadi berkah. Dan itu semua tergantung dari bagaimana respon kita, akan menjadi pesimis dengan pemikiran yang sulit, semuanya dibilang nggak bisa, susah, atau menjadi orang yang optimis, yang walaupun susah tetapi tetap harus bisa. Jawabannya ada di tangan kalian masing-masing.

Dan tentunya dalam melewati masa krisis hal yang bisa kita pegang teguh yaitu Optimis, berdoa dan berusaha. 

Meningkatkan Loyalitas Karyawan Terhadap Perusahaan

Baca Juga: Apakah PT. Varash Saddan Nusantara Sudah Memiliki Izin Lengkap?